Tuesday, August 7, 2012

0 SHEILA ON 7


MusicPlaylistView Profile
Create a playlist at MixPod.com

Sunday, August 5, 2012

0 Rp 1,4 T untuk Jalan di Jambi

HBA : Saya Sudah Usul ke Pusat Dibangun Jalan Beton

JAMBI - Ini kabar baik bagi warga Jambi. Pada tahun 2012 ini, dana yang dikucurkan pemerintah pusat lewat APBN untuk infrastruktur jalan dan pembangunan jembatan di Jambi mencapai Rp 1,4 triliun. Dari total itu, jalan nasional Kerinci - Jambi mendapat kucuran Rp 100 miliar.
Anggota Komisi V Bidang Pekerjaan Umum (PU) DPR RI, H Bakrie menjelaskan, dana tersebut akan membiayai peningkatan jalan nasional di Jambi, sepanjang 936 kilometer (KM)
yang mengalami kerusakan. Di antaranya, dari Kerinci-Jambi dan jalan lintas sumatera yang menghubungkan Kota Jambi menuju Batanghari, Tebo hingga ke Kabupaten Bungo.
“Untuk jalan Kerinci, ada tiga titik lokasi, yakni dari Sungai Manau hingga Kerinci yang akan diperbaiki. Kemudian ada beberapa di Kota Sungaipenuh. Selebihnya untuk jalan lintas sumatera,” kata anggota DPR asal Jambi ini ketika dihubungi via ponsel, kemarin (5/3). “Total dana Rp 1,4 triliun itu selain dikucurkan untuk perbaikan, juga untuk pemeliharaan dan peningkatan jalan-jalan nasional serta jembatan yang ada di Jambi,” imbuhnya.
Menurut politisi PAN ini, anggaran tersebut sudah disahkan oleh pemerintah dan tinggal menunggu proses tender. Dia mengatakan, paling lama medio April proyek perbaikan infrastruktur jalan nasional di Jambi sudah mulai dikerjakan. “Sekarang masih tahap proses tender. Kita sudah sepakat dengan menteri PU, paling lama April, proyek sudah berjalan,” ujarnya.
Pembangunan infrastruktur jalan, kata Bakrie, menjadi salah satu program skala prioritas untuk memacu pertumbuhan ekonomi di daerah. Karena itu, dia berharap tingginya kucuran dana itu dapat dimaksimalkan sebaik mungkin. Maksudnya, pemda harus tegas terhadap angkutan yang lewat agar tidak melebih tonase.
“Tertibkan angkutan, utamanya batu bara. Tiada gunanya jalan diperbaiki, kalau angkutan yang lewat selalu melebih tonase dan merusak jalan,” keluhnya.
Bakrie mengatakan, Jambi masih termasuk daerah tertinggal dari 33 provinsi di tanah air. Hendaknya, ketertinggalan ini memotivasi diri untuk bangkit dari ketertinggalan, meskipun harus “mengemis” ke pemerintah pusat untuk mendapatkan anggaran. “Saya tidak mau dibilang DPR nggak bekerja. Ini merupakan usaha kita yang maksimal. Makanya, penggunaan jalan memang harus benar-benar diperhatikan. Jangan sampai, beberapa bulan diperbaiki, jalan sudah rusak,” timpalnya.
Sementara itu, Ketua Komisi III DPRD Provinsi Jambi Gusrizal, mendesak Gubernur Jambi turut andil mengawasi pelaksanaan proyek tersebut (dana APBN) agar tidak terjadi kebocoran. Terutama untuk jalan Kerinci yang menelan dana Rp 100 miliar. Menurutnya, tingginya anggaran jalan Kerinci tidak akan ada apa-apanya jika pengerjaannya asal-asalan.
“Selama ini, hasil pengerjaan perbaikan jalan nasional selalu buruk. Kita tak ingin kejadian seperti itu berulang. Untuk apa diperbaiki, tapi dalam hitungan bulan sudah rusak,” katanya.
“Sebagai putra daerah, tentunya kita harus punya tanggung jawab. Gubernur harus melobi ke pusat agar pelaksana proyek adalah kontraktor yang profesional, bukan asal,” imbuhnya.
Dia berharap, pengerjaan itu dilakukan oleh kontraktor yang punya kualitas. Dia pun meminta gubernur melobi Menteri PU agar BUMD diberi peluang ikut tender. “Kalau bisa BUMN atau BUMD yang punya nama,” harapnya.
Menanggapi usulan tersebut, Gubernur Jambi Hasan Basri Agus (HBA) mengatakan, pemda tak punya kewenangan untuk mengatur dana yang dikucurkan lewat APBN. Sebab, pengerjaan proyek yang dibiayai APBN sudah ada tim (dari pusat) yang mengaturnya.
“Termasuk tendernya, tim dari pusat yang menanganinya, kita hanya bisa mengawasi,” katanya saat berkunjung ke ruang redaksi Jambi Independent, di Gedung Graha Pena Jambi, Jalan Jenderal Sudirman, Thehok, tadi malam (5/3). 
Kendati demikian, kata HBA, andaikan BUMD ingin masuk dan terlibat dalam proyek tersebut tidak jadi masalah. Bahkan dia mendukung penuh. “Masalahnya tim lelang sudah ada. Semua kontraktor bisa ikut. Ya... kita tidak bisa memaksa, siapa yang diterima untuk melakukan proyek,” jelasnya.
HBA menegaskan, dia akan mengawasi secara ketat pengerjaan proyek jalan yang dibiayai APBN tersebut. Terkait jalan nasional yang sering rusak, mantan Bupati Sarolangun ini mengatakan, dia sudah mengusulkan ke menteri PU agar pembangunan jalan nasional di Jambi menggunakan tipe beton, bukan lagi tipe C.
“Jadi, saya sudah menyarankan ke pak menteri PU, saya maunya semua jalan nasional di Jambi dibangun menggunakan beton, seperti di Jawa semua,” ungkapnya.
Menurut data dari Dinas PU Provinsi Jambi, panjang ruas jalan yang berstatus jalan nasional dan jalan provinsi adalah sepanjang 2.416,99 km. Panjang jalan provinsi adalah 1.480,51 km, dalam kondisi baik sebesar 27,27 %, sedang 30,38%, rusak ringan 23,49%, dan rusak berat 18,86%.
Sedangkan ruas jalan nasional, dari 936,480 km yang ada di Provinsi Jambi hanya 33,42 % yang berada dalam kondisi baik. Sisanya 49,36% dalam kondisi sedang, 11,96 %, rusak ringan dan 5,26 % rusak berat.
Memperhatikan tren prosentase kerusakan jalan, menurut Gusrizal, prosentase yang berada dalam kondisi baik terus menurun. Menurutnya, ini berimplikasi pada terhambatnya distribusi produk-produk Jambi ke pasar wilayah maupun regional.
“Kondisi tersebut disebabkan oleh moda transportasi darat merupakan moda utama atau satu-satunya yang digunakan di Provinsi Jambi. Selanjutnya meningkatnya prosentase jalan dalam kondisi rusak salah satunya, karena seimbangnya kemampuan pemerintah pusat dan pemerintah daerah dalam menangani kerusakan jalan dengan laju kerusakan jalan,” jelasnya.
Lebih lanjut dikatakan, penanganan jalan dan jembatan merupakan komponen termahal dalam penanganan infrastruktur wilayah di Jambi. Apalagi proyek tersebut membutuhkan anggaran yang tidak sedikit.
Selain keterbatasan anggaran, kata dia, permasalahan utama lainnya adalah kurangnya sarana prasarana, kondisi lapangan (topografi), keadaan iklim, usia dan kapasitas konstruksi. “Lalu, kurang efisiennya penanganan kerusakan jalan pada ruas-ruas jalan fungsional milik provinsi akibat laju tingkat kerusakan yang disebabkan oleh overload-nya kapasitas konstruksi dibanding muatan dan laju harian rerata (LHR) pada hampir seluruh ruas jalan di Provinsi Jambi,” pungkasnya.

0 cara memasang infus pada canon mp287


Monday, November 7, 2011

1 Film Siswa MAN Model Jambi Masuk Nominasi


Kota Jambi-KLA.Org-Tidak ada yang abadi di dunia ini, semua akan kembali dan dipanggil oleh Allah SWT. Itulah sepenggal pesan yang tersirat dalam sebuah filim yang berjudul Tak Ada Yang Abadi. Film tersebut berhasil menjadi pemenang dalam lomba cerita pendek yang diselenggarakan di pekan kreatif RRI beberapa hari yang lalu. Bahkan film itu menjadi perwakilan Jambi dan masuk nominasi yang akan diperlombakan di Jakarta bersaing dengan pemenang dari daerah lainnya. (08/08).
Selain kategori film cerita pendek, pihak RRI Jambi juga mengirim pemenang film kategori animasi dari SMKN 2 Kota Jambi. Dedy Purwa, sutradara film Tak Ada Yang Abadimengungkapkan, seluruh proses pembuatan film mulai dari perencanaan, penulisan naskah, hingga pengambilan gambar 
dilakukan oleh siswa MAN Model Kelas III. Dia sendiri hanya mengarahkan para siswa agar dapat membuat sebuah film berdurasi pendek.
Film tersebut dibuat oleh siswa MAN Model sebagai tugas kahir yang harus dilakukan oleh setiap kelas. Proses pembuatannya cukup lama. Rata-rata sekitar 10 bulan untuk merampungkan garapan filmnya. Karena mereka juga harus bersekolah, sehingga kegiatan shooting adegan per adegan dilakukan di hari minggu. “Prosesnya dari bulan Juli 2009 hingga Februari 2010 setelah kita mengetahui ada lomba film pendek di RRI. Usai itu kami langsung mendaftar,” kata Dedy Purwa.
Film Tak Ada Yang Abadi bercerita tentang persahabatan tiga siswa dalam satu sekolah yaitu, Roy, Romi dan seorang siswi yang memang sengaja tidak diberi nama. Siswi tersebut adalah pacar dari Roy. Mereka selalu berjalan bersama di sekolah sebagai sahabat sejati.
Namun, suatu ketika Roy menaruh curiga pada pacarnya karena sering melihatnya berjalan dengan sahabatnya Romi di sekolah. Padahal sebenarnya hubungan Romi dan pacar Rio hanya sebatas sahabat saja karena mereka berjalan bersamaan untuk menyelesaikan tugas sekolah seperti ke perpustakaan dan kelompok belajar. “Mengapa peran pacar Roy tidak diberi nama, karena kami ingin membuat penonton penasaran,“ ungkap Dedy Purwa yang juga guru bidang study Seni Budaya di MAN Model tersebut.
Setelah kejadian tersebut, hubungan Roy dan Romi tidak seperti biasanya. Akhirnya, Romi pergi ke rumah Roy untuk meminta maaf dan menjelaskan semuanya agar tidak salah paham. Namun, setelah sampai di ruma Roy, dia tersentak kaget karena Ibu Roy mengatakan bahwa Roy kecelakaan dan meninggal dunia. Romi sempat frustasi karena kehilangan sahabatnya dan tidak sempat meminta maaf atas kesalahnnya selama ini.
Setting film tersebut dilakukan di sekolah di MAN Model, kemudian di rumah siswa dan di Danau Sipin. Film tersebut digarap oleh 38 siswa MAN Model dengan peralatan yang sederhana karena lighting mengggunakan lampu biasa. Anggaran yang digunakan adalah iuran setiap siswa sejumlah Rp 50 ribu yang digunakan untuk membiayai keperluan seluruh produksi film tersebut. “Setting ending-nya di Danau Sipin sehingga tampak artistik alam yang dapat menggugah empati penonton,” lanjut Dedy Purwa.
Selain membimbing para siswa membuat film dari proses awal hingga akhir, dia juga mengajarkan manajemen film seperti di Production House (PH).
(Sumber : Tribun Jambi).

0 Sejarah MAN Model Jambi


       secara keseluruhannya pindah ke komplek perguruan ini.
Untuk diketahui bersama bahwa PGAN 6 tahun Jambi yang semula berada di komplek sekolah di Jelutung bersam SMP N 4 Jambi sejak tahun 1967-1975. adapun sejarah awal dari keberadaan PGAN Jambi adalah sebagai berikut:
  1. Pada tahun 1959/1960 PGA 4 Tahun mulai didirikan yang berlokasi di pakuan baru dipimpin oleh H. Nurdin Yusuf yang merupakan masa periode awal/ pertama hingga tahun 1965.
  2. Mulai tahun ajaran 1963/ 1964PGAN 4 Jambi kemudian dikembangkan menjadi PGAN 6 tahun Jambi yang berlokasi di pakuan baru kemudian pindah di komplek sekolah bekas sekolah cina di Jelutung Jl. Hayam Wuruk Jambi.

Berkat dari sejarah singkat PGAN 6 tahun Jambi yang kemudian tahun 1978 PGAN 6 tahun Jambi mengalami alih fungsi atau perubahan menjadi PGAN jambi selama 3 tahun setingkat SMA dan menjadi MTs N Jambi selama 3 tahun setingkat SMP yang saat itu masih dibawah pimpinan Asyari Thoha, BA (periode III) yang kemudian tahun 1983 PGAN jambi dipimpin oleh Drs. H.A. Razak Hazzal hingga tahun 1989 (periode IV).
Selama dalam perjalanan PGAN (3 tahun) Jambi telah menghasilkan tenaga guru yang cukup besar dan kemudian sebagai realisasi keputusan menteri agama RI nomor 64 tahun 1990 tanggal 25 april 1990, maka PGAN jambi yang dipimpin oleh Drs. Selamat Wasito (masa tugas 1989-1994 periode PGAN ke V dan periode I kepala MAN) dialih menjadi Madrasah Aliyah Negeri Jambi, sehingga dengan itu angka pada tahun ajaran 1990/1991 MAN Jambi merupakan tahun pertama penerimaan siswa kelas I dengan jumlah siswa-siswi yang diterima sebanyak 299 orang disamping secara bertahap penyelenggaraan program kegiatan belajar mengajar kelas II dan kelas III PGAN Jambi.
Untuk tahun ajaran 1992/1993 adalah masa berakhirnya siswa PGAN Jambi secara keseluruhannya yang berarti bahwa MAN Jambi telah memiliki kelas I, II dan III yang pada saat itu siswa berjumlah 521 orang.
Madrasah Aliyah Negeri Jambi selanjutnya mengalami perubahan diawal kepemimpinan Dr. Arfah Hap (Mulai bertugas sejak 9 September 1994 yang merupakn masa bhakti periopde II kepala MAN Jambi tahun 1994 hingga tahun 2002) dan mulai tahun ajaran 1998/1999 MAN Jambi mengalami perubahan status menjadi MAN Model Jambi berdasarkan keputusan Dirjen Bimbingan Islam Departemen Agama RI No. E.IV/ PP.00.6?Kep/17.A/1998 tanggal 20 februari 1998. perubahan status menjadi MAN Model Jambi dimaksudkan agar MAN Jmabi dipacu sebagai pusat pembelajaran, pembinaan dan dapat dijadikan contoh bagi Madrasah Aliyah lainnya dalam provinsi Jambi.
Perkembangan MAN Modle Jambi sejak awal dari PGAN 4 Tahun- PGAN 6 tahun- PGAN-MAN hingga MAN Model Jambi beserta kepalanya.
1.            Nama Madrasah
-          1960-1964                            : PGAN 4 TAHUN JAMBI
-          1965-1978                            : PGAN 6 TAHUN JAMBI
-          1978-1990                            : PGAN JAMBI
-          1990-1998                            : MAN JAMBI
-          1998-SEKARANG                         : MAN MODEL JAMBI
2.      Nama Kepala
-1960-1965                                 : H. Nurdin Yusuf-PGAN 4/6 tahun
-1966-1967                                 : A. Saud Situmeang, BA- PGAN 6 tahun
-1967-1983                                 : Asyari Thoha, BA- PGAN 6 tahun / PGAN
-1983-1989                                 : Drs. H.A Razak Hazul- PGAN
-1989-1994                                 : Drs. Sleamat Wasito- PGAN
-1994-2002                                 : Drs. H.M Arfah Hap- MAN/ MAN Model
-2003-2007                                 : Drs. Luqman Hakim- MAN Model Jambi
-2007-2009                                 :Drs. M. Damiri- MAN Model Jambi
-2009-sekarang                           :Drs. H. Sulaiman- MAN Model Jambi